Jelaskan Akibat Tidak Ada Persatuan dan Kesatuan

Discussion in 'PPkn' started by gurumonica, Feb 21, 2016.

ads

  1. gurumonica

    gurumonica Administrator Staff Member

    Jelaskan Akibat Tidak Ada Persatuan dan Kesatuan ?

    Persatuan dan kesatuan seharusnya bukan hanya sebuah teori Pancasila dengan penerapan dalam sebuah negara saja. Di dalam hidup sosial sehari-hari, tentu persatuan dan kesatuan sangat dibutuhkan, baik itu di keluarga, sekolah, masyarakat dan negara. Dalam proses mencapai sebuah tujuan, persatuan sangatlah penting. Indonesia sebagai sebuah bangsa yang kaya akan ras, suku dan budaya memiliki konteks persatuan bangsa di mana persatuan ini memiliki makna bahwa apapun budaya, ras dan suku kita, tidak ada yang dapat memisahkan dan menggoyahkan persatuan kita. Ada akibat tidak adanya persatuan dan kesatuan di setiap lingkungan yang akan dibahas pada uraian berikut.

    Akibat Tidak Ada Persatuan dan Kesatuan di Rumah
    Sebagai sebuah keluarga tentu persatuan adalah hal utama yang perlu diunggulkan beserta dengan keharmonisan. Adanya sisi di mana setiap anggota keluarga dapat menghormati dan menghargai satu sama lain adalah yang terbaik dan menjadikan kesatuan keluarga semakin kuat. Jika dari lingkup keluarga saja sudah terpecah-belah, akibatnya sebagai berikut.

    • Terjadi pertengkaran di dalam keluarga. Persatuan adalah di mana setiap anggota sebuah keluarga mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan bersama. Pertengkaran kerap terjadi di dalam sebuah keluarga karena adanya unsur keegoisan dan tidak mau mengalah satu sama lain. Baik pertengkaran kecil maupun besar pasti pernah terjadi dalam setiap keluarga.
    • Kurangnya kerukunan di dalam keluarga. Sebuah keluarga seharusnya memiliki visi atau tujuan yang sama untuk diperjuangkan dan dicapai bersama. Ketika satu dengan yang lainnya memiliki perbedaan visi dan misi, maka ketidakrukunan bisa terjadi secara otomatis.
    • Kurangnya keakraban di dalam keluarga. Bila selalu bertengkar dan tidak rukun, maka akan diikuti juga dengan munculnya ketidakakraban antara satu anggota keluarga dengan anggota lainnya.
    Akibat Tidak Ada Persatuan dan Kesatuan di Sekolah
    Setelah dari lingkungan keluarga atau rumah, penerapan dari persatuan dan kesatuan juga diperlukan di lingkungan sekolah. Penerapan sikap tersebut sangat penting pada setiap aktivitas yang dilakukan di area sekolah. Ada sejumlah akibat yang timbul dari tidak adanya persatuan.

    • Sombong serta acuh atau tidak peduli terhadap kondisi teman. Karena tidak adanya sikap persatuan dan kesatuan dalam diri murid di sekolah, maka ia otomatis tidak akan peduli dengan keadaan temannya, khususnya jika sedang mengalami kesusahan. Kita pun akan mudah dipisahkan dengan teman kita lainnya jika dalam diri kita tidak ada sikap persatuan namun justru sifat sombong.
    • Membeda-bedakan teman. Adanya persatuan menandakan tidak adanya perbedaan agama, suku dan ras. Tanpa adanya sikap persatuan dan kesatuan, seorang murid dapat memilih-milih teman berdasarkan agama, suku maupun ras. Hal ini bukanlah hal yang terpuji dan sama sekali tidak mencerminkan Pancasila sila ke-3.
    • Mengolok-olok teman. Tidak adanya sikap persatuan yang tercermin dari seorang murid maka akan berakibat melukai perasaan dan hati temannya.
    • Terjadi tawuran. Bila tidak ada rasa persatuan, akan mudah terjadi pertikaian. Pertikaian tidak hanya dapat terjadi antar murid satu kelas atau sekolah, tapi tawuran juga bisa terjadi antar sekolah. Tidak tanggung-tanggung, tidak adanya rasa persatuan juga dapat membuat pertikaian makin serius dan bahkan membuat orang lain terluka secara fisik.
    Akibat Tidak Ada Persatuan dan Kesatuan di Masyarakat
    Masyarakat adalah lingkup yang lebih luas untuk mempraktikkan Perbedaan kepentingan dan pendapat akan menjadi masalah besar ketika setiap orang tidak memiliki sikap persatuan. Ada beberapa akibat yang akan terjadi dalam masyarakat bila setiap warganya tidak memiliki semangat persatuan.

    • Tidak adanya kepedulian terhadap penderitaan dan kesedihan yang dialami dan dirasakan orang lain.
    • Kepentingan golongan maupun suku masing-masing adalah yang paling dipentingkan oleh masyarakat.
    • Muncul pertikaian dan permusuhan antar warga masyarakat ketika misalnya visi dan misi tidak sejalan.
    • Tidak adanya kerja sama yang terjalin antar warga masyarakat, padahal dalam masyarakat kita gotong-royong adalah yang paling diprioritaskan. Aktivitas gotong-royong adalah salah satu contoh dari bentuk persatuan dan kesatuan yang seharusnya dipertahankan.
    Akibat Tidak Ada Persatuan dan Kesatuan di Negara
    Pengikat suatu negara untuk tetap kokoh dan teguh adalah semangat persatuan. Jika rakyat Indonesia tidak memiliki persatuan, maka tidak ada perwujudan dari kemerdekaan negara kesatuan RI yang proklamasinya diresmikan tepat pada tanggal 17 Agustus 1945. Landasan serta arah perjuangan Indonesia adalah UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta Pancasila. Apabila tidak terdapat persatuan dan kesatuan dalam negara, ada beberapa akibat yang timbul.

    • Hilangnya tenggang rasa dan toleransi dalam bermasyarakat. Kehidupan sosial atau bermasyarakat membutuhkan adanya saling toleransi dan tenggang rasa agar hubungan antar warga masyarakat dapat dipertahankan dengan baik. Namun, tanpa adanya rasa persatuan, kedua hal tersebut mustahil untuk dapat bertahan.
    • Perpecahan bangsa. Karena setiap individu merasa memiliki kepentingannya sendiri dan semakin tidak memedulikan kepentingan orang lain, tidak heran bila pada akhirnya malah bangsa menjadi pecah.
    • Melemahnya pertahanan dan keamanan bangsa. Ketika rakyat tidak lagi bersatu dan malah bertikai sendiri, serangan dari luar akan dengan mudah masuk ke tanah air. Bukan hanya sekadar masuk, serangan tersebut pun bisa memberikan pengaruh buruk terhadap masyarakat.
    Prinsip Persatuan dan Kesatuan

    1. Bhinneka Tunggal Ika. Bangsa Indonesia memiliki masyarakat majemuk dan prinsip ini intinya adalah untuk mengakui perbedaan yang ada di dalam masyarakat.
    2. Nasionalisme. Mencintai bangsa sendiri tidak pernah salah, namun bukan berarti bahwa warganya harus mengunggulkan bangsa sendiri daripada bangsa yang lainnya.
    3. Kebebasan yang Bertanggung Jawab. Ada kebebasan yang bertanggung jawab yang dimiliki oleh setiap individu, baik itu terhadap Tuhan Sang Pencipta, maupun terhadap diri sendiri dan sesama.
    4. Wawasan Nusantara. Dengan wawasan ini, warga Indonesia akan memiliki rasa senasib sepenanggungan dan persatuan lebih kuat demi tercapainya sebuah pembangunan nasional di negara Indonesia.
    5. Persatuan Pembangunan. Kemerdekaan yang telah diraih perlu diisi dan dilanjutkan dengan pembangunan agar masyarakat Indonesia hidup adil dan makmur. Semua itu dapat tercapai dengan adanya semangat persatuan Indonesia.
     

    ads

ads

Share This Page